Zaman keemasan Bangsa Yahudi

Zaman keemasan Bangsa Yahudi

Sejarah
79 / 100 Skor SEO

Zaman Keemasan Bangsa Yahudi

Bangsa Yahudi dikenal sebagai salah satu manusia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Klaim ini tidak mudah untuk dibantah begitu saja karena faktanya memang bangsa Yahudi berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah ras yang disegani di seluruh dunia. Meskipun bangsa Yahudi adalah kaum minoritas, karena jumlah yang yang lebih sedikit dibandingkan dengan umat Muslim maupun umat Kristiani, tetapi pengaruhnya begitu kuat dalam kancah politik dan ekonomi dunia. 

Orang-orang Yahudi

Bangsa Yahudi juga dikenal berkat diaspora mereka. Setelah tanah leluhurnya hancur dan mereka diusir secara paksa, bangsa Yahudi justru semakin kuat di berbagai penjuru dunia. Ada banyak komunitas yang digunakan sebagai wadah untuk bersosialisasi oleh para bangsa Yahudi di negara-negara maju. Mereka pun menggunakan komunitas tersebut sebagai ajang untuk memperkaya ilmu, selain untuk mempererat tali persaudaraan sesama kaum. Hal tersebut membuat bangsa Yahudi tetap bisa diperhitungkan meskipun mereka adalah kaum minoritas.

Sejarah Bangsa Yahudi

Dalam perjalanannya, ada bangsa Yahudi dimana mereka pernah menjadi salah satu kaum paling dominan di dunia. Akan tetapi, sebelum kita membahas tentang zaman kejayaannya, mari kita mengenal lebih dekat dengan sejarah bangsa Yahudi.

Sejarah Bangsa Yahudi lebih banyak Penderitaanya

Jika merujuk pada Al Quran, sejarah bangsa Yahudi tak lepas dari Nabi Yaakub karena mereka adalah salah satu dari 12 anak Nabi Yaakub AS. Jika melihat garis keturunan ke atas, Nabi Yaakub AS adalah anak dari Nabi Ishak AS, sedangkan Nabi Ishak AS adalah anak dari Nabi Ibrahim AS yang juga merupakan saudara tiri dari Nabi Ismail AS. Dalam beberapa kesempatan lain, bangsa Yahudi juga kerap disebut sebagai Bani Israil, yang memiliki arti Kekasih Tuhan. Hal ini membuat bangsa Yahudi jumawa dan merasa lebih baik daripada bangsa lain.

Zaman Keemasan Bangsa Yahudi

Meskipun bangsa Yahudi merupakan salah satu dari keturunan Nabi yang pernah ada di bumi, tetapi perangainya yang buruk membuat bangsa ini memiliki reputasi yang jelek di mata kaum lain. Bahkan ada banyak catatan dan cerita tentang bagaimana kaum Yahudi menolak untuk mengikut perintah para Nabi terdahulu. Tak hanya menolak, kaum Yahudi juga membunuh beberapa Nabi karena tidak memiliki paham yang sama.

Zaman kejayaan bangsa Yahudi mulai dari Nabi Daud

Zaman keemasan bangsa Yahudi juga bisa dalam sebutan The Golden Age of Bani Israil. Era tersebut dimulai pada zaman Nabi Daud, yakni tahun 1010 hingga 970 sebelum Masehi dan juga pada zaman Nabi Sulaiman (970-931 SM). Pada zaman Nabi Sulaiman, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, yakni Israel utara dengan Samaria sebagai ibukota dan Kerajaan Yudea di selatan dengan Yerusalem sebagai ibuktanya. Nahas, kerajaan di utara tidak bertahan terlalu lama karena adanya serangan dari bangsa Assyiria.

Kerajaan Bangsa Yahudi

Kerajaan Bangsa Yahudi yang hilang digali kembali

Sebaliknya, kerajaan Yudea di selatan justru bertahan cukup lama. Bahkan orang dari utara sempat melarikan diri ke selatan untuk mendapatkan perlindungan. Di kerajaan Yudea, raja dan para keturunannya pun menolak untuk mengikuti perintah rosul. Alih-alih menyembah Allah ta’ala, mereka justru melakukan berhala kepada Ba’al, yakni dewa dari bangsa Kanaan. Bahkan mereka begitu kejam hingga memenjarakan nabi yang diutus, seperti Yeremia dan Ilyas. Bahkan Nabi Syu’ya pun dibunuh.

Dalam perjalanannya, mereka pun melakukan praktik-praktik yang dilarang seperti menghalalkan riba dan melakukan beberapa penyimpangan. Di era tersebut atau zaman keemasan bangsa Yahudi, mereka seolah berada di atas angin karena bisa melakukan segalanya. Bahkan menjelang kehancurannya, mereka melakukan hal-hal yang diharampak pada kitab Taurat. Tak hanya itu saja, mereka membunuh Nabi dan Rasul, seperti Nabi Zakaria, Nabi Yahya, hingga berbuat makar dan membunuh Nabi Isa.

Kehancuran Bangsa Yahudi

Bangsa Yahudi berapa kali mengalami kehancuran

Penyimpangan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi menjadi bom waktu sekaligus bumerang yang membuat bangsa ini menderita. Mereka pun akhirnya diusir dari tanahnya sendiri. Pada pengusiran yang pertama, kejadian tersebut terjadi di Babilonia. Sedangkan pada pengusiran kedua, karena tidak ada yang mau menampung dan menerima bangsa Yahudi yang dikenal licik dan curang, mereka pun tersebar dan berpencar ke seluruh dunia. Sejak saat tersebut, Yerusalem yang diklaim sebagai tanah leluhur mereka pun tidak bisa direbut.

Agama Bangsa Yahudi

Mengapa Bangsa Yahudi sering meratap di tembok ratapan? Apa penyebabnya?

Padahal bangsa Yahudi sempat memiliki kesempatan untuk mendapatkan tanah leluhurnya, andai saja mereka dulu mau menurut perintah Allah dengan mengikuti ajaran rasul dan nabi setelahnya. Bahkan saat zaman Nabi Muhammad SAW, bangsa Yahudi diberi kemudahan dan petunjuk, bahwa Tuhan yang mengutus Musa dan nabi Bani Israil terdahulu adalah Tuhan yang sama yang mengutus Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, Baitul Maqdis menjadi kiblat pertama untuk melakukan ibadah shalat. Alih-alih menuruti perintah dan ajaran Rasul, bani Israil justru melakukan penolakan. Tak hanya itu saja, terjadi upaya untuk menghancurkan Islam yang membuat perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Makkah.

Sejak saat itu, bangsa Yahudi seperti terombang ambing di dunia ini karena tidak memiliki kampung halaman yang pasti. Bahkan hingga 2.000 tahun lamanya, mereka tidak memiliki negara sendiri sampai akhirnya pada tahun 50-an, para Yahudi yang dibantu oleh Inggris berhasil merebut Palestina. Sejak saat itu mereka juga mendesak PBB untuk mengakui mereka sebagai bangsa dan negara Israel yang merupakan negara untuk para orang Yahudi. Hal tersebut menjadi sebuah pemicu hingga saat ini karena Palestina yang sudah berdaulat sebagai negara tidak terima dengan pencaplokan wilayah yang terjadi di sana. Hingga saat ini, gejolak peran pun terus terjadi akibat ulah licik bangsa Yahudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *