Kerajaan Pulai Jawa

Zaman Keemasan Kerajaan Di Pulau Jawa

Education Sejarah
64 / 100 Skor SEO

Zaman Keemasan Kerajaan di Pulau Jawa: Kerajaan Majapahit

Jika ditarik mundur ke belakang, Indonesia yang memiliki beragam corak dan budaya dari berbagai suku ini sebenarnya berasal dari para leluhur mereka. Pada zaman dahulu, Masa lalu Indonesia yang belum bersatu merupakan negara yang terdiri dari beberapa kerajaan. Namun sayangnya, beberapa kerajaan tersebut tidak memiliki cara pandang yang sama tentang bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kekuasaan merupakan sebuah hal yang sensitif. Sehingga tidak heran jika banyak kerajaan yang justru saling serang dan berebut kekuasaan satu sama lain.AMMeski pada saat itu sempat terjadi pertumpahan darah akibat perebutan kekuasaan, ada zaman Keemasan kerajaan di pulau jawa dimana Indonesia hampir pernah terbentuk. Adalah kerajaan Majapahit yang mengharumkan nama bangsa sebagai kerajaan terbesar di Indonesia. Tak hanya itu saja, pada salah satu periode keemasan zaman kerajaan Majapahit, wilayah lain seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan sebagian kecil Australia hampir pernah dikuasai oleh pasukan kerajaan Majapahit.

Zaman keemasan kerajaan di Pulau Jawa dalam perjalanannya, ada beberapa momen kesuksesan kerajaan Majapahit yang juga menjadi penanda zaman keemasan kerajaan di pulau Jawa. Berikut rangkuman perjalanan kerajaan Majapahit dalam mencapai puncak kesuksesannya.

Awal Mula Kerajaan Majapahit

Adalah Raden Wijaya, seseorang yang mendirikan kerajaan Majapahit sekaligus menjadi raja pertama. Raden Wijaya memimpin mulai dari tahun 1293 hingga tahun 1309. Pada saat itu, Hindu dipilih sebagai agama resmi kerajaan yang dianut oleh raja dan seluruh rakyatnya. Raden Wijaya memilih Mojokerto sebagai pusat pemerintahan. 

Kejayaan di Era Gajah Mada

Raden Wijaya dikenal sebagai pendiri kerajaan Majapahit, tetapi puncak kejayaan justru terjadi saat tampuk kepemimpinan dipegang oleh Raja Hayam Wuruk. Dengan menggunakan gelar Rajasanagara, ia menjadi sosok yang sukses menyulap kejayaan Majapahit. Hal ini tak lepas dari campur tangan Mahapatih Gajah Mada. Patih Gajah Mada dikenal dengan sumpah Amukti Palapa, yang berbunyi kira-kira seperti ini “Tidak akan memakan buah Palapa sebelum saya bisa menyatukan seluruh Nusantara”. Inilah yang menjadi cikal bakal kejayaan Kerajaan Majapahit.

Pasukan Maritim Terkuat di Asia Tenggara

Nusantara yang merupakan sebuah nagari kepulauan mendorong kerajaan Majapahit untuk memiliki armada laut yang kuat. Jika dibadingkan dengan kerajaan yang ada pada masa itu, kerajaan Majapahit memiliki pasukan maritim yang paling kuat. Bahkan negara tetangga pun segan akan kekuatan yang dimiliki oleh patih Gajah Mada. Kekuatan maritim juga menjadi keunggulan dari kerajaan Majapahit hingga akhirnya memiliki wilayah kerajaan yang sangat besar, bahkan terbesar pada saat itu. Kekuatan maritim kerajaan Majapahit tercatat dalam catatan para penjelajah laut seperti Jonhan de Marignolli, Rahib Odrico, hingga Ibnu Battuta.

Wilayah Kerajaan yang Sangat Luas

Jika biasanya sebuah kerajaan memiliki wilayah yang tidak terlalu luas karena hanya bisa menaklukan wilayah di sekitarnya saja, beda ceritanya dengan kerajaan Majapahit. Didukung dengan pasukan maritim terkuat dan keberanian patih Gajah Mada, kerajaan Majapahit berhasil menaklukan beberapa wilayah di kepulauan lain di nusantara. Di era Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit memiliki wilayah hingga ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Ppaua, kepulauan Nusa Tenggara, bahkan hingga Singapura dan sebagian kecil pulau-pulai di Filipina.

Ekonomi yang Kuat

Tak hanya memiliki kekuatan maritim yang kuat, zaman keemasan di pulau Jawa kerajaan Majapahit juga menjadi pusat perdagangan antar kerajaan dan menjadikannya memiliki kekuatan ekonomi di atas rata-rata. Pada masanya, kerajaan Majapahit menjalin kerjasama dengan beberapa pedagang besar dari luar Indonesia. Banyak saudagar dari China dan India datang ke Indonesia berkat sistem perekonomian yang kuat. Saudagar datang untuk membeli rempah-rempah seperti lada, pala, hingga kain dan garam. Di saat yang bersamaan, kerajaan Majapahit membeli barang dari negara tetangga seperti perak, emas, porselen, hingga kain sutra.

Menggunakan Mata Uang dari bahan Logam

Berkat kekuatan ekonomi yang baik, masyarakat yang semakin makmur, dan rasa aman tentram karena memiliki pasukan yang sangat kuat, kerajaan Majapahit pun menjadi kerajaan yang sangat maju. Bahkan saat itu mereka mulai menggunakan mata uang dari bahan logam sebagai alat tukar yang sah dan resmi dari kerajaan. Uang logam tersebut digunakan dalam berbagai jenis transaksi, baik di dalam ataupun di luar negeri. Ini menjadi indikator bahwa kerajaan Majapahit memiliki pemerintahan yang baik dan tertata.

Sastra pun Maju

Tak hanya sisi ekonomi dan pertahanan saja yang menjadi nilai plus kerajaan Majapahit, di tengah-tengah aspek politik, ekonomi, dan militer, ada banyak karya sastra lahir di zaman ini. Karya sastra seperti Nagarakartagama buatan Mpu Prapanca dan juga cerita Sutasoma karya Mpu Tantular mreupakan sebuah naskah sastra paling popular pada zamannya. Ada pula naskah Sundayana dan naskah Pararaton yang menjadi saksi kedigdayaan sastra di zaman kerajaan Majapahit. Dalam naskah tersebut pun terselip cerita kandasnya Raja Hayam Wuruk dalam usahanya mempersuntik Diah Pitaloka Citraresmi.

Hubungan yang Baik dengan Kerajaan di Luar Nusantara

Fakta lain yang menunjukkan zaman keemaasan kerajaan di pulau Jawa adalah kerja sama yang baik dengan kerajaan di luar nusantara. Majapahit memang memiliki hubungan yang sangat baik dengan kerajaan lain di Kamboja, Burma, Campa, Siam, hingga Vietnam. Beberapa kerajaan di Tiongkok juga menjadi mitra perdagangan dan politik bagi kerajaan Majapahit.

Melihat beberapa poin-poin tersebut, zaman keemaasan kerajaan di pulau Jawa terjadi saat Majapahit mulai berdiri. Akan tetapi dalam perjalanannya, kerajaan Majapahit yang besar dan digdaya itu pun akhirnya runtuh setelah pergantian tampuk kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *